Minggu, 25 Oktober 2015
Kronologi Dan Foto Kakek Nenek Cucu Digorok "Tanpa Sensor" Di Jalan Sei Padang Medan
Kakek, nenek dan cucunya ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa lagi. Leher mereka masing-masing digorok di rumahnya Jalan Sei Padang Ujung No.143, Lingkungan 5, Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (23/10/2015).
Informasi Waspada Online di lokasi kejadian, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 13.00 Wib usai sholat Jumat. Awalnya, tiga orang cucunya mau makan siang bersama korban, Kakek, Muktar Yacob (69 tahun), Neneknya, Yatu (67 tahun) dan Cucunya, Andika (7 tahun).
Sang cucu berlari-lari kecil menuju ke rumah sambil memanggil-manggil nenek. Ternyata tidak ada sahutan dan sementara ibu anak itu (anak korban, red) sedang memakirkan mobil.
Cucu langsung memberitahukan kepada ibunya bahwa nenek, kakek, dan Andika terkapar berlumuran darah. Sepontan anak korban dan cucunya langsung menangis histeris dan memberitahukan kepada saudara lainnya.
Diduga korban dan keluarganya dibunuh karena motif dendam. Pasalnya, tak ada harta benda korban yang hilang. Namun motif sebenarnya masih diselidiki Polda Sumut yang telah membentuk tim gabungan.
Informasi lain menyebutkan, korban Yakub Mukhtar merupakan pensiunan PT Semen Andalas. Setelah pensiun ia menjadi pengusaha hasil bumi dan anggota Kadin Sumut. “Bapak merupakan pengusaha hasil bumi dan pengurus Kadin. Bapak juga pensiunan PT Andalas,” katanya.
Kapolsek Medan Baru Kompol Rony Nicolas Sidabutar SH,SIK,MH bersama Kanit Reskrim Iptu Adhi Putranto Utomo SH, Kapolsek Medan Sunggal Kompol Harry Azhar SH,SIK,MH, Kanit Reskrim Iptu Nur Istiono SIK, Kapoltabes Medan turun ke lokasi dan setelah usai melakukan lidik, ketiga jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim Medan.
Senin, 05 Oktober 2015
Wajib Baca! Waspada Bagi Penggemar Daging Anjing Atau B1!!
Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan salah satu penyakit menular dan mematikan saat ini selain virus flu burung ataupun flu babi. Anda benar. Salah satu penyakit tersebut adalah ebola. Penyakit ini awalnya diduga berasal dari kelelawar buah dan pertama kali diteliti pada 1976 dekat Sungai Ebola yang berada di negara Kongo.
Virus ini sendiri telah menular hingga berbagai penjuru dunia seperti Indonesia dan penyakit ini dapat menular melalui gigitan kelelawar (binatang lain yang terinfeksi), darah, muntah, feses, ataupun cairan tubuh manusia seperti urin dan sperma.
Pada tanggal 04 Okotber lalu, penyakit ini telah menular salah satu saudara kita. Pria dengan nama samaran Johan itu mengatakan bahwa ia sangat menyukai memakan daging anjing. Pada awalnya Johan tidak merasakan tanda - tanda terkena penyakit. Terakhir kali ia memakan daging anjing pada tanggal 11 September 2015 lalu. Dalam selang waktu 21 hari Johan mulai mengalami gejala - gejala seperti demam mendadak, nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.
Seperti yang telah Anda lihat pada gambar di atas, Johan tidak dapat melakukan apa - apa dan hanya dapat berbaring di ranjangnya.
Disarankan untuk Anda bagi penggemar daing anjing untuk sementara tidak mengkonsumsi B1.
Mohon disebarkan artikel ini dalam upaya untuk memberitahukan saudara - saudara kita lainnya di berbagai wilayah Indonesia agar dapat tercegah dari penularan virus ebola.
| Virus Ebola |
Langganan:
Postingan (Atom)


